BANDA ACEH — Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mendukung langkah Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang mendorong audit terhadap piutang dan utang Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUZA). Audit dinilai penting untuk mengungkap sumber persoalan keuangan yang membebani rumah sakit tersebut.
“Kami menyarankan audit khusus agar kebenaran terkait piutang dan utang bisa terungkap secara objektif, termasuk menelusuri kebijakan manajemen sebelumnya,” kata Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani kepada AJNN, Senin, 11 Mei 2026.
Audit secara khusus dan menyeluruh yang dimaksud Askhalani dapat dilakukan oleh Inspektorat Aceh, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maupun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Menurutnya, kondisi yang dihadapi RSUZA saat ini tidak terlepas dari kebijakan direktur sebelumnya, terutama dalam pengadaan obat dan kebutuhan lainnya yang diduga tidak efisien. Ia menilai beban utang yang besar kini justru diwariskan kepada manajemen baru.
“Ini ibarat mengupas nangka. Yang mengupas orang lain, tapi yang kena getahnya justru pihak sekarang. Direktur baru menghadapi masalah yang bukan berasal dari kebijakannya,” ujarnya.
Askhalani juga mengungkapkan adanya potensi indikasi mark-up dalam sejumlah pengadaan yang perlu didalami melalui audit independen. Jika ditemukan adanya kerugian negara, ia meminta aparat penegak hukum segera turun tangan.
“Kalau ada dugaan tindak pidana korupsi, harus segera diusut oleh lembaga berwenang. Ini penting untuk memastikan akuntabilitas dan mencegah kerugian negara lebih lanjut,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa kondisi keuangan RSUZA yang terbebani utang berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat jika tidak segera ditangani secara serius.
Sebelumnya, Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRA menemukan utang RSUZA mencapai Rp392 miliar dalam periode 2023–2025, meskipun rumah sakit tersebut memiliki pendapatan tahunan berkisar Rp650 hingga Rp800 miliar.
DPRA menduga adanya persoalan dalam pengelolaan keuangan rumah sakit dan telah meminta Inspektorat Aceh untuk melakukan audit menyeluruh guna mengidentifikasi sumber pembengkakan utang.
GeRAK berharap audit yang dilakukan nantinya tidak hanya mengungkap akar persoalan, tetapi juga menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kondisi keuangan RSUZA saat ini.***
SUMBER : Tulisan ini telah tayang di AJNN.net dengan judul “Warisan Utang RSUZA Menggunung, GeRAK Desak Audit dan Usut Direktur Lama”, klik untuk baca: https://www.ajnn.net/news/warisan-utang-rsuza-menggunung-gerak-desak-audit-dan-usut-direktur-lama/index.html
